Selama berpuasa, orang sering menghadapi masalah asam lambung. Meski
asam lambung bukan merupakan penyakit mematikan, tetapi penyakit ini
dapat menimbulkan banyak komplikasi. Sebuah peringatan kepada kita semua
bahwa walaupun tampaknya tidak berbahaya, penyakit lambung tidak boleh
dianggap remeh.
Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah
penyakit pencernaan yang paling umum terjadi di dunia yang diderita
lebih dari 10 sampai 20 persen populasi orang dewasa. GERD sering
dianggap sebagai penyakit dari dunia barat dan sangat sedikit literatur
yang tersedia mengenai penyakit ini di Asia.
Dengan meningkatnya
obesitas dan westernisasi di Asia, prevalensi GERD meningkat dengan
cepat. Dari studi berbasis populasi, prevalensi GERD berbasis gejala di
Asia Timur adalah 2,5 persen sampai 4,8 persen sebelum tahun 2005 dan
5,2 persen sampai 8,5 persen dari tahun 2005 sampai 2010. Di Asia
Tenggara dan Barat, prevalensinya mencapai 6,3 persen sampai 18,3 persen
setelah tahun 2005, jauh lebih tinggi daripada angka di Asia Timur.
Sampai saat ini, Indonesia belum memiliki data epidemiologi lengkap
mengenai kondisi ini
"Memasuki Ramadan, kami ingin meningkatkan
kesadaran akan penyakit yang tampaknya biasa ini, namun jika tidak
ditangani dengan benar, bisa berakibat fatal,” ujar Yongky Sentosa, Head
of Personal Health Philips Indonesia dalam siaran pers yang diterima
Republika.co.id, Selasa (30/5).
dr Ari Fahrial Syam konsultan
penyakit lambung dan pencernaan dari FKUI/RSCM mengatakan ada sebagian
orang Muslim yang langsung tidur setelah sahur. Hal ini dapat
menyebabkan asam lambung balik arah kembali ke kerongkongan yang pada
akhirnya bisa menyebabkan masalah pada saluran cerna atas mereka. Selain
itu ada kebiasaan buruk lain yang juga sering dilakukan pada saat
Ramadan yaitu makan terlalu berlebihan pada saat berbuka, diikuti
dengan merokok.
"Dengan melakukan ini, Anda sebenarnya meningkatkan risiko untuk
terjadinya masalah pada lambung seperti dispepsia dan terutama jika Anda
sudah mempunyai penyakit maag sebelumnya." katanya.
Karena
itu, dokter Ari menjelaskan sebaiknya ketika berbuka, makan dengan porsi
sedang. Misalnya dimulai dengan makanan ringan dalam porsi kecil, lalu
menunggu hingga setelah sholat Magrib sebelum melanjutkan dengan makanan
utama setelah sholat Magrib dan sebelum sholat tarawih. Tetapi tetap
dengan jumlah yang tidak berlebihan. Budaya "balas dendam" dengan
berpikir untuk menggandakan makan siang dan makan malam saat berbuka
harus dihindari. Membiasakan diri untuk berhenti makan dua jam sebelum
tidur agar pencernaan bisa bekerja optimal.
Sumber : lifestyle.kompas.com
Search This Blog
Wednesday, 31 May 2017
Hebatnya manfaat berpuasa ternyata dapat menigkatkan sistem kinerja otak manusia
Puasa dibulan ramadhan yang dijalankan umat muslim ternyata mempunyai berbagai macam manfaat bukan hanya sekedar menjalankan kewajiban dalam agama juga mempunyai manfaat bagi kesehatan tubuh orang yang menjalankannya.
Berikut beberapa dampak positif dari puasa terhadap otak :
Salah satu manfaatnya berpengaruh positif bagi otak, selama menjalankan puasa dengan menahan haus dan dahaga sekitar 14 jam lamanya. Selama waktu tersebut, tubuh mengalami proses metabolisme, makanan didaur ulang sekitar delapan jam.
Sebuah
penelitian yang telah dilakukan di National Institute of Aging di
Baltimore menyebutkan bahwa puasa dapat membantu orang-orang yang
memiliki kondisi mental seperti Parkinson dan Alzheimer.
Credits: http://www.herbalogi.com/pengaruh-positif-puasa-pada-otak/
Credits: http://www.herbalogi.com/pengaruh-positif-puasa-pada-otak/
Sebuah
penelitian yang telah dilakukan di National Institute of Aging di
Baltimore menyebutkan bahwa puasa dapat membantu orang-orang yang
memiliki kondisi mental seperti Parkinson dan Alzheimer.
Credits: http://www.herbalogi.com/pengaruh-positif-puasa-pada-otak/
Credits: http://www.herbalogi.com/pengaruh-positif-puasa-pada-otak/
Rinciannya, empat jam makanan disiapkan
dengan keasaman tertentu dibantu asam lambung dan dikirim ke usus. Empat
jam berikutnya, makanan diubah menjadi sari makanan di usus kecil,
selanjutnya diserap pembuluh darah dan dikirim ke seluruh tubuh.
Sedangkan sisa waktu enam jam merupakan waktu ideal bagi sistem
pencernaan untuk istirahat.
Sebuah penelitian yang dilakukan di National Institute of aging di baltimore mengatakan bahwa puasa dapat membantu orang-orang yang memiliki kondisi mental seperti parkinson dan alzheimer.
Berikut beberapa dampak positif dari puasa terhadap otak :
- Dapat merangsang peningkatan autofagi saraf atau proses penyingkiran struktur didalam saraf yang tidak diperlukan lagi
- Dapat menigkatkan daya ingat dikarenakan space memori diotak menigkat
- Mampu mengurangi resiko stroke, trauma, depresi
- Terbentuk rute jaringan baru di otak, yang berarti terbentuk pribadi/manusia baru secara biologis, psikologis, dan fungsional
- Mampu meningkatkan produksi keton yang merupakan hasil dari penguraian lemak
Sebuah
penelitian yang telah dilakukan di National Institute of Aging di
Baltimore menyebutkan bahwa puasa dapat membantu orang-orang yang
memiliki kondisi mental seperti Parkinson dan Alzheimer.
Credits: http://www.herbalogi.com/pengaruh-positif-puasa-pada-otak/
Credits: http://www.herbalogi.com/pengaruh-positif-puasa-pada-otak/
Sebuah
penelitian yang telah dilakukan di National Institute of Aging di
Baltimore menyebutkan bahwa puasa dapat membantu orang-orang yang
memiliki kondisi mental seperti Parkinson dan Alzheimer.
Credits: http://www.herbalogi.com/pengaruh-positif-puasa-pada-otak/
Credits: http://www.herbalogi.com/pengaruh-positif-puasa-pada-otak/
Sunday, 28 May 2017
Alasan Kenapa Pada Saat Puasa Berat Badan Cendrung Meningkat
Dibulan suci Ramadhan semua umat muslim dipenjuru dunia diwajibkan untuk berpusa, makan dan minum hanya diperbolehkan ketika waktu matahari sudah tidak ada lagi dilangit atau ketika waktu maghrib tiba.
Hampir semua orang berpikir bahwa waktu bulan puasa maka berat badan akan turun yang disebabkan tidak makan dan minum pada siang hari.
Namun malah kebalikannya yang terjadi bukannya berat badan yang turun melainkan malah tambah menaikan berat badan, hal ini disebabkan karena anda akan memakan banyak kalori pada subuh dan malam hari, disertai
dengan aktivitas yang lebih lambat akibat kurangnya energi, dapat
merusak metabolisme Anda. Ketika puasa berakhir dan pola makan kembali
seperti biasa, tubuh Anda tidak dapat beradaptasi dengan cukup cepat dan
menyebabkan kenaikan berat badan.
Behnam Sadeghirad dari Kerman Neuroscience Research Center, University
of Medical Sciences, Kerman, Iran, dan kolega menulis bahwa berpuasa
selama Ramadhan menyebabkan penurunan berat badan yang cukup signifikan,
sekitar 1,5 kilogram untuk pria dan 0.9 kilogram untuk wanita. tetapi berat tersebut akan kembali normal setelah 2 minggu puasa berakhir.
kendati demikian bukan berarti bahwa puasa sama sekali tidak bermanfaat dalam menurunkan berat badan. Menurut para peneliti, selain untuk mendekatkan diri dengan Tuhan,
Ramadan adalah kesempatan yang baik untuk menurunkan berat badan. Akan
tetapi, perubahan gaya hidup yang terstruktur dan konsisten setelah
selesai berpuasa tetap dibutuhkan untuk membuat efeknya bertahan lama.
Sumber : Kompas.com
8 Cara Mencegah Masalah Bau Mulut Yang Menyebalkan Pada Saat Puasa
Ketika berpuasa bau mulut merupakan sesuatu masalah yang harus disiasati. bau mulut pada saat bulan puasa dipicu karena kita tidak makan seharian, tanpa konsumsi makan dan minum secara teratur pada siang hari akan menyebabkan prosuksi air liur dimulut berkurang.
"Saliva merupakan pelembab mulut sekaligus pelawan bakteri. Kalau
produksinya sedikit, lidah dan mulut akan menjadi tempat
perkembangbiakan bakteri," kata Dr.Rana Al Thib dari Dubai Healthcare
City seperti dikutip dari Gulf News.
Ternyata ketika berpuasa kita bisa mensiasati agar bau mulut dapat berkurang.- Pastikan kebersihan mulut dan gigi tetap terjaga, selain dengan cara menyikat gigi tambahkan berkumur dengan obat kumur atau menggunakan benang gigi untuk membersihkan sisa makanan.
- Cegah mulut kering selama berpuasa dengan mengonsumsi cukup cairan saat sahur, berbuka, dan sebelum tidur. Konsumsi cairan 2 liter setiap hari juga harus dipenuhi selama bulan Ramadhan.
- Berkumur dengan air, selama tidak tertelan, juga bisa membantu mengurangi jumlah bakteri di mulut. Berkumur ini dilakukan saat melakukan wudhu.
- Hindari makanan yang berbau kurang sedap seperti jengkol, petai.
- Kurangi merokok atau tidak samasekali merokok saat sahur dan berbuka. Tidak merokok juga berkonstribusi besar pada pengurangan bau mulut pada siang hari bulan puasa.
- Tidak mengkonsumsi makanan yang lengket seperti cokelat,es krim,biskuit,dan kue basah lainnya. Makanan lengket ini akan lebih sulit untuk dibersihkan, ditambah akan menempel pada gigi dalam waktu lama sehingga menyebabkan bau mulut.
- Meminum teh hijau tanpa gula saat sahur dan berbuka akan mencegah bau mulut. teh hijau memiliki zat polyphenol yang berguna untuk membersihkan bakteri pada mulut dan saluran pernafasan, meminum teh hijau juga baik untuk perokok karena akan mengurangi peradangan pada rongga dan gangguan pernapasan
- Berolahraga ringan secara teratur menjelang atau sesudah berbuka puasa
juga bermanfaat. Olahraga dapat melepaskan zat-zat beracun dalam tubuh
termasuk penyebab bau pada mulut. Hindari tidur yang terlalu lama karena
hal ini akan memicu bau mulut yang tidak sedap.
Friday, 26 May 2017
Inilah 7 skenario kiamat yang paling mungkin bakal terjadi dalam waktu dekat
Harus diakui bahwa bumi tidak akan bertahan selamanya dan Terlepas dari usia Bumi yang sekarang berusia 4,543 miliar sampai kapan bumi akan bertahan. belum lagi akhir-akhir ini telah terjadi banyak perubahan iklim, pandemik mematikan, dan ledakan pertumbuhan populasi; waktu kita untuk tinggal di bumi hanya tinggal sedikit.
Sedangkan Menurut Stephen Hawking, seorang fisikawan teori, manusia hanya punya
waktu 100 tahun untuk menyelematkan diri dan pindah ke planet lain.
Harus diakui bahwa ada berbagai macam hal yang menyebabkan bumi hancur baik karena campur tangan manusia maupun karena bencana alam.
1. Asteroid
Dalam studi yang dipublikasikan dijurnal Nature para peneliti mengestimasi bahwa serangan asteroid berukuran satu kilometer dapat memenuhi langit dengan puing-puing yang dapat memblokir matahari selama berbulan-bulan.
Sementara itu, asteroid berukuran lebih besar berkisaran 10 kilometer yang pernah dialami pada masa dinousaurus akan menyebabkan kepunahan yang akan terasa hingga jutaan tahun kemudian.
Namun, anda tidak perlu terlalu paranoid terhadap hal ini. Menurut para peneliti, kemungkinan terjadinya serangan asteroid yang dapat menyebabkan kepunahan hanya satu dalam beberapa miliar tahun.
2. Semburan Sinar Gamma
Para astronomer telah lama mengamati cahaya terang dari galaksi lain yang disebabkan oleh bintang yang bertabrakan atau pembentukan lubang hitam. Menurut perkiraan mereka, energi dari cahaya tersebut sama dengan ratusan bom nuklir.
Bayangkan jika hal ini terjadi di galaksi kita. Diungkapkan oleh para peneliti dalam International Journal of Astrology, semburan sinar gamma sekitar 440 juta tahun yang lalu mengapus lapisan ozon dari permukaan bumi dan menyebabkan kematian semua organisme kelautan.
Akan tetapi, sama seperti skenario sebelumnya, terjadinya semburan sinar gamma ke bumi hanya terjadi sekali setiap satu juta tahun.
3. Matahari yang memuai dan membakar bumi
Pada saat ini, matahari hanyalah bintang katai kuning yang membara hangat bagi bumi. Namun, ketika hidrogen pada pusatnya habis (sekitar 7 miliar tahun lagi), matahari akan menggembung menjadi raksasa merah yang mengambil tempat bumi mengorbit.
Para peneliti masih belum yakin bila bumi akan ditelan matahari atau tidak jika hal ini terjadi. Sebab, matahari akan kehilangan beratnya dalam proses tersebut dan tarikan gravitasinya terhadap bumi akan berkurang. Walaupun demikian, peningkatan temperatur yang drastis masih mengancam akan membakar bumi dan seluruh penduduknya.
4. Letusan Supervolkano
Tahukah Anda, di bawah Yellowstone National Park, Wyoming ada supervolcano terbesar di dunia? Jika supervolcano ini meletus, akibatnya akan 10.000 kali lebih besar dari letusan gunung St.Helen di tahun 1980 yang menghancurkan hutan dan membunuh puluhan orang.
Selain itu, letusan supervolcano akan menyemburkan banyak kotoran ke atmosfer yang akan dirasakan seluruh dunia.
Untungnya, kemungkinan terjadinya letusan ini dalam setahun sangat kecil. US Geological Survey meletakkan perkiraan mereka pada angka 0,00014 persen.
5. Meletusnya Perang Dunia ke III
Salah satu penyebab terjadinya kiamat yang disebabkan ulah manusia dimana beberapa negara besar didunia mulai berlomba-lomba dalam memproduksi bom nuklir, malahan negara-negara tersebut bangga akan senjata pemusnah massalnya. yang menyebabkan manusia musnah bukan dari senjata tersebut tetapi dari radiasi pusat-pusat pengembangan nuklir tersebut.
Bukan hal tabu lagi apabila berbagai negara secara terang-terangan mengakui bahwa mereka mempunyai atau sedang memproduksi senjata pemusnah massal tersebut.
6. Bumi yang sudah tua semakin panas karena aktivitas manusia. Climate change juga bisa berakhir seperti zaman es, dimana satu spesies punah tanpa sisa.
Menurut CSER, climate change ini mirip-mirip misteri. Beberapa ilmuwan menolak climate change sebagai penyebab akhir dunia karena dampaknya terlalu terlalu sulit untuk diprediksi. Perubahan iklim sekarang jadi fokus utama banyak kajian, bisa saja ‘kan nanti ada teknologi yang bisa menghentikan climate change ini. Tapi di sisi lain, bukan tak mungkin teknologi ini justru memperburuk situasi.
Terlepas dari semua perdebatan itu, skenario ini sudah berjalan. Climate change sudah membuat banyak spesies dalam bahaya, dan punahnya spesies ini bisa mengguncang ekosistem. Yang pastinya berdampak juga kepada manusia. Jadi kita siap-siap saja menyambut ending ceritanya.
7. Populasi penduduk dunia yang semakin bertambah, sementara lahan untuk pangan yang semakin sempit.
Dimana para ilmuan akan memprediksi bahwa bakal terjadi kekacauan besar-besaran pada tahun 2050. Saat ini penduduk dunia ada di angka 7, 3 M. Menurut data PBB yang diulas oleh National Geographic, populasi dunia akan mencapai 8,7 M di tahun 2030 dan 9, 4 M di tahun 2050. Apalagi semakin lama usia harapan hidup dunia juga semakin bertambah. Itu artinya, bumi kita yang kecil ini harus bisa menyediakan makanan bagi 9,4 M jiwa di tahun 2050.
Ironisnya, semakin banyak penduduk dunia, semakin banyak pula tanah yang dilapisi beton untuk tempat tinggal. Jadi di mana kita akan bercocok tanam? Krisis makanan ini tak hanya akan menciptakan bahaya kelaparan, tapi juga krisis dan kekacauan besar-besaran. Yah, konflik seringkali datang dari perut yang lapar bukan?
Baca : ternyata manusia rata-rata didunia hanya menggunakan 10 persen dari kemampuan otaknya
Sumber : sains.kompas.com, www.hipwee.com
Namun, anda tidak perlu terlalu paranoid terhadap hal ini. Menurut para peneliti, kemungkinan terjadinya serangan asteroid yang dapat menyebabkan kepunahan hanya satu dalam beberapa miliar tahun.
2. Semburan Sinar Gamma
Para astronomer telah lama mengamati cahaya terang dari galaksi lain yang disebabkan oleh bintang yang bertabrakan atau pembentukan lubang hitam. Menurut perkiraan mereka, energi dari cahaya tersebut sama dengan ratusan bom nuklir.
Bayangkan jika hal ini terjadi di galaksi kita. Diungkapkan oleh para peneliti dalam International Journal of Astrology, semburan sinar gamma sekitar 440 juta tahun yang lalu mengapus lapisan ozon dari permukaan bumi dan menyebabkan kematian semua organisme kelautan.
Akan tetapi, sama seperti skenario sebelumnya, terjadinya semburan sinar gamma ke bumi hanya terjadi sekali setiap satu juta tahun.
3. Matahari yang memuai dan membakar bumi
Pada saat ini, matahari hanyalah bintang katai kuning yang membara hangat bagi bumi. Namun, ketika hidrogen pada pusatnya habis (sekitar 7 miliar tahun lagi), matahari akan menggembung menjadi raksasa merah yang mengambil tempat bumi mengorbit.
Para peneliti masih belum yakin bila bumi akan ditelan matahari atau tidak jika hal ini terjadi. Sebab, matahari akan kehilangan beratnya dalam proses tersebut dan tarikan gravitasinya terhadap bumi akan berkurang. Walaupun demikian, peningkatan temperatur yang drastis masih mengancam akan membakar bumi dan seluruh penduduknya.
4. Letusan Supervolkano
Tahukah Anda, di bawah Yellowstone National Park, Wyoming ada supervolcano terbesar di dunia? Jika supervolcano ini meletus, akibatnya akan 10.000 kali lebih besar dari letusan gunung St.Helen di tahun 1980 yang menghancurkan hutan dan membunuh puluhan orang.
Selain itu, letusan supervolcano akan menyemburkan banyak kotoran ke atmosfer yang akan dirasakan seluruh dunia.
Untungnya, kemungkinan terjadinya letusan ini dalam setahun sangat kecil. US Geological Survey meletakkan perkiraan mereka pada angka 0,00014 persen.
5. Meletusnya Perang Dunia ke III
Salah satu penyebab terjadinya kiamat yang disebabkan ulah manusia dimana beberapa negara besar didunia mulai berlomba-lomba dalam memproduksi bom nuklir, malahan negara-negara tersebut bangga akan senjata pemusnah massalnya. yang menyebabkan manusia musnah bukan dari senjata tersebut tetapi dari radiasi pusat-pusat pengembangan nuklir tersebut.
Bukan hal tabu lagi apabila berbagai negara secara terang-terangan mengakui bahwa mereka mempunyai atau sedang memproduksi senjata pemusnah massal tersebut.
6. Bumi yang sudah tua semakin panas karena aktivitas manusia. Climate change juga bisa berakhir seperti zaman es, dimana satu spesies punah tanpa sisa.
Menurut CSER, climate change ini mirip-mirip misteri. Beberapa ilmuwan menolak climate change sebagai penyebab akhir dunia karena dampaknya terlalu terlalu sulit untuk diprediksi. Perubahan iklim sekarang jadi fokus utama banyak kajian, bisa saja ‘kan nanti ada teknologi yang bisa menghentikan climate change ini. Tapi di sisi lain, bukan tak mungkin teknologi ini justru memperburuk situasi.
Terlepas dari semua perdebatan itu, skenario ini sudah berjalan. Climate change sudah membuat banyak spesies dalam bahaya, dan punahnya spesies ini bisa mengguncang ekosistem. Yang pastinya berdampak juga kepada manusia. Jadi kita siap-siap saja menyambut ending ceritanya.
7. Populasi penduduk dunia yang semakin bertambah, sementara lahan untuk pangan yang semakin sempit.
Dimana para ilmuan akan memprediksi bahwa bakal terjadi kekacauan besar-besaran pada tahun 2050. Saat ini penduduk dunia ada di angka 7, 3 M. Menurut data PBB yang diulas oleh National Geographic, populasi dunia akan mencapai 8,7 M di tahun 2030 dan 9, 4 M di tahun 2050. Apalagi semakin lama usia harapan hidup dunia juga semakin bertambah. Itu artinya, bumi kita yang kecil ini harus bisa menyediakan makanan bagi 9,4 M jiwa di tahun 2050.
Ironisnya, semakin banyak penduduk dunia, semakin banyak pula tanah yang dilapisi beton untuk tempat tinggal. Jadi di mana kita akan bercocok tanam? Krisis makanan ini tak hanya akan menciptakan bahaya kelaparan, tapi juga krisis dan kekacauan besar-besaran. Yah, konflik seringkali datang dari perut yang lapar bukan?
Baca : ternyata manusia rata-rata didunia hanya menggunakan 10 persen dari kemampuan otaknya
Sumber : sains.kompas.com, www.hipwee.com
Thursday, 25 May 2017
Ternyata 10 tahun lagi manusia tidak membutuhkan obat lagi
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan manusia
mencapai sesuatu yang tidak terpikirkan sebelumnya, termasuk dalam segi
kesehatan.
Dalam 10 ke depan, mungkin manusia tidak membutuhkan obat untuk mengatasi penyakit pada level tertentu.
Yuyus Kusnadi Ph.D, Principal Investigator Stem Cell and Cancer Institute mengatakan, dunia kesehatan saat ini tengah mengembangkan pengobatan dengan menggunakan sel punca (stem cell).
Sel punca merupakan sel yang memiliki kemampuan memperbarui atau meregenerasi serta bisa berkembang menjadi sel apapun.
Penyakit degeneratif seperti gagal ginjal dan pelemahan otot jantung pada masa depan bisa diatasi dengan menginjeksi sel punca ke tubuh pasien.
Sel punca dapat diambil dari darah tali pusat, jaringan tali pusat, sumsum tulang belakang, dan lemak.
Namun, lemak dan sumsum tulang belakang akan mengalami penurunan kualitas sepanjang pertambahan usia.
Pengobatan berbasis sel punca saat ini sudah ada tetapi belum berkembang pesat karena keterbatasan teknologi dan pembiayaan.
Yuyus mengatakan, dalam konteks Indonesia, sementara ini pasien yang diizinkan menggunakan sel punca adalah pasein yang tidak memiliki pilihan lain.
"Stem cell sementara ini yang mengerjakan subyektif dokter. Dokternya yang approve boleh pakai stem cell apa tidak," kata Yuyus.
Dalam 10 ke depan, mungkin manusia tidak membutuhkan obat untuk mengatasi penyakit pada level tertentu.
Yuyus Kusnadi Ph.D, Principal Investigator Stem Cell and Cancer Institute mengatakan, dunia kesehatan saat ini tengah mengembangkan pengobatan dengan menggunakan sel punca (stem cell).
Sel punca merupakan sel yang memiliki kemampuan memperbarui atau meregenerasi serta bisa berkembang menjadi sel apapun.
Penyakit degeneratif seperti gagal ginjal dan pelemahan otot jantung pada masa depan bisa diatasi dengan menginjeksi sel punca ke tubuh pasien.
Sel punca dapat diambil dari darah tali pusat, jaringan tali pusat, sumsum tulang belakang, dan lemak.
Namun, lemak dan sumsum tulang belakang akan mengalami penurunan kualitas sepanjang pertambahan usia.
Pengobatan berbasis sel punca saat ini sudah ada tetapi belum berkembang pesat karena keterbatasan teknologi dan pembiayaan.
Yuyus mengatakan, dalam konteks Indonesia, sementara ini pasien yang diizinkan menggunakan sel punca adalah pasein yang tidak memiliki pilihan lain.
"Stem cell sementara ini yang mengerjakan subyektif dokter. Dokternya yang approve boleh pakai stem cell apa tidak," kata Yuyus.
Untuk pasien yang sudah tidak memiliki pilihan pengobatan lain, sel punca biasanya diambil dari darah atau lemak.
Manipulasi di laboratorium akan dilakukan untuk menguatkan sel punca tersebut.
Selain itu, sel punca juga bisa diambil dari tali pusar kerabat yang baru melahirkan.
Sebagai persiapan, siapa pun bisa menyimpan tali pusatnya di bank darah untuk digunakan sewaktu-waktu.
"Ke depan itu bisa juga digunakan untuk orang lain," kata Yuyus dalam diskusi sel punca yang diadakan Sabtu (20/5/2017).
Meski sekarang belum matang, pengobatan sel punca akan populer pada masa depan.
"Tunggu 5-10 tahun lagi," ungkap Yuyus.
Pengobatan sel punca menjadi jawaban bagi kelemahan penyembuhan berbasis obat saat ini.
”Obat selama ini hanya menghentikan gejalan, bukan memperbaiki yang sakit," kata Yuyus.
Pasien dengan sumbatan di jantung misalnya, tidak sembuh karena obat.
Obat yang diberikan adalah pengencer darah. Jika lebih encer, darah bisa menerobos lewat celah yang sempit diantara sumbatan.
Pengobatan sel punca tak akan murah. Menurut Yuyus, pengobatan sel punca dapat merogoh kocek pasien dari belasan hingga ratusan juta rupiah.
Saat ini, baru terdapat sebelas rumah sakit yang diizinkan melakukan terapi sel punya di Indonesia.
Hak sejumlah rumah sakit untuk menyediakan terapi sel punca diatur dalam Peratusan Menteri Kesehatan raturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 32 tahun 2014 tentang "Penetapan Rumah Sakit Pusat Pengembangan Pelayanan Medis Penelitian dan Pendidikan Bank Jaringan dan Sel Punca."
Rumah sakit itu antara lain Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo, RS Sutomo, RS M Djamil, RS Persahabatan, RS Fatmawati, RS Dharmais, RS Harapan Kita, RS Hasan Sadikin, RS Kariadi, RS Sardjito dan RS Sanglah.
Sumber : travel.tribunnews.com ,sains.kompas.com
Manipulasi di laboratorium akan dilakukan untuk menguatkan sel punca tersebut.
Selain itu, sel punca juga bisa diambil dari tali pusar kerabat yang baru melahirkan.
Sebagai persiapan, siapa pun bisa menyimpan tali pusatnya di bank darah untuk digunakan sewaktu-waktu.
"Ke depan itu bisa juga digunakan untuk orang lain," kata Yuyus dalam diskusi sel punca yang diadakan Sabtu (20/5/2017).
Meski sekarang belum matang, pengobatan sel punca akan populer pada masa depan.
"Tunggu 5-10 tahun lagi," ungkap Yuyus.
Pengobatan sel punca menjadi jawaban bagi kelemahan penyembuhan berbasis obat saat ini.
”Obat selama ini hanya menghentikan gejalan, bukan memperbaiki yang sakit," kata Yuyus.
Pasien dengan sumbatan di jantung misalnya, tidak sembuh karena obat.
Obat yang diberikan adalah pengencer darah. Jika lebih encer, darah bisa menerobos lewat celah yang sempit diantara sumbatan.
Pengobatan sel punca tak akan murah. Menurut Yuyus, pengobatan sel punca dapat merogoh kocek pasien dari belasan hingga ratusan juta rupiah.
Saat ini, baru terdapat sebelas rumah sakit yang diizinkan melakukan terapi sel punya di Indonesia.
Hak sejumlah rumah sakit untuk menyediakan terapi sel punca diatur dalam Peratusan Menteri Kesehatan raturan Menteri Kesehatan (Permenkes) nomor 32 tahun 2014 tentang "Penetapan Rumah Sakit Pusat Pengembangan Pelayanan Medis Penelitian dan Pendidikan Bank Jaringan dan Sel Punca."
Rumah sakit itu antara lain Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo, RS Sutomo, RS M Djamil, RS Persahabatan, RS Fatmawati, RS Dharmais, RS Harapan Kita, RS Hasan Sadikin, RS Kariadi, RS Sardjito dan RS Sanglah.
Sumber : travel.tribunnews.com ,sains.kompas.com
Ternyata manusia rata-rata didunia hanya menggunakan 10 persen dari kemampuan otaknya hanya mitos
Jika suka membaca kisah-kisah motivasi, Anda pasti pernah mendengar
bahwa rata-rata manusia hanya memakai 10 persen dari kemampuan otaknya.
Sementara itu, orang-orang pintar seperti Albert Einstein mampu
menggunakan lebih dari itu dan menciptakan berbagai hal menakjubkan.
Kisah tersebut memang menarik dan memotivasi, tetapi sayangnya hanya sekadar mitos belaka. Neurologis Barry Gordon dari Johns Hopkins School of Medicine, Amerika Serikat, bahkan menyebut mitos 10 persen pantas ditertawakan.
Walaupun tidak ada yang tahu asal mula legenda tersebut, mitos 10 persen sering kali diasosiasikan dengan psikolog AS William James yang dikutip pernah menulis dalam bukunya The Energies of Men bahwa manusia hanya menggunakan sedikit dari sumber daya mental dan fisik yang ada.
“Kenyataannya, kita menggunakan semua bagian dari otak dan sebagian besar dari otak kita aktif setiap saat,” ujar Gordon kepada Scientific American 7 Februari 2008. Hanya pada saat kita beristirahatlah, otak juga beristirahat dan hanya digunakan sebagian.
Gordon melanjutkan, gampangnya, otak hanya sekitar tiga persen dari berat tubuh kita, tetapi menggunakan 20 persen dari energi tubuh.
Ke mana energi tersebut dialokasikan? Para peneliti berkata bahwa mayoritas energi digunakan oleh otak untuk menghidupi jutaan neuron yang berkomunikasi satu sama lain. Inilah yang membuat otak memiliki fungsi yang lebih tinggi daripada organ lainnya.
Sementara itu, sisanya digunakan oleh otak untuk mengontrol aktivitas lain seperti detak jantung atau menyetir mobil.
Pendapat Gordon juga disetujui oleh neurologis John Henley di Mayo Clinic, Rochester, Minn. Meskipun tidak semua bagian otak bekerja di saat yang sama, para peneliti telah menemukan bahwa dalam waktu 24 jam, seluruh bagian otak akan bekerja.
“Bukti menunjukkan bahwa dalam sehari Anda menggunakan 100 persen kemampuan otak,” ucap Henley. Dalam tidur sekalipun, korteks frontal yang berfungsi untuk berpikir, menyadari dirinya, dan mengenali lingkungan tetap aktif.
Lalu, untuk tindakan sederhana seperti minum kopi di pagi hari, Anda harus berjalan menuju pembuat kopi, mengambilnya, menuangkan ke cangkir, dan menyisakan tempat untuk dituangi krim.
Selama proses tersebut berlangsung, lobus oksipital dan lobus parietal, motorik sensorik dan korteks sensorik motorik, ganglia basal, otak kecil, dan lobus frontal harus bekerja dan aktivitas neuron terjadi hampir di seluruh bagian otak dalam waktu beberapa detik.
Henley mengatakan, hal ini bukan berarti bahwa Anda tidak akan bisa melakukan kegiatan sehari-hari jika ada bagian otak yang terganggu atau rusak.
“Ada orang-orang yang telah melukai otak mereka atau otaknya diambil sebagian, tetapi masih bisa hidup seperti biasa. Hal ini karena otak memiliki cara untuk mengompensasi kekurangannya dan membuat bagian lain yang tersisa mengambil alih tugas tersebut,” ujarnya.
Sumber : http://sains.kompas.com/
Kisah tersebut memang menarik dan memotivasi, tetapi sayangnya hanya sekadar mitos belaka. Neurologis Barry Gordon dari Johns Hopkins School of Medicine, Amerika Serikat, bahkan menyebut mitos 10 persen pantas ditertawakan.
Walaupun tidak ada yang tahu asal mula legenda tersebut, mitos 10 persen sering kali diasosiasikan dengan psikolog AS William James yang dikutip pernah menulis dalam bukunya The Energies of Men bahwa manusia hanya menggunakan sedikit dari sumber daya mental dan fisik yang ada.
“Kenyataannya, kita menggunakan semua bagian dari otak dan sebagian besar dari otak kita aktif setiap saat,” ujar Gordon kepada Scientific American 7 Februari 2008. Hanya pada saat kita beristirahatlah, otak juga beristirahat dan hanya digunakan sebagian.
Gordon melanjutkan, gampangnya, otak hanya sekitar tiga persen dari berat tubuh kita, tetapi menggunakan 20 persen dari energi tubuh.
Ke mana energi tersebut dialokasikan? Para peneliti berkata bahwa mayoritas energi digunakan oleh otak untuk menghidupi jutaan neuron yang berkomunikasi satu sama lain. Inilah yang membuat otak memiliki fungsi yang lebih tinggi daripada organ lainnya.
Sementara itu, sisanya digunakan oleh otak untuk mengontrol aktivitas lain seperti detak jantung atau menyetir mobil.
Pendapat Gordon juga disetujui oleh neurologis John Henley di Mayo Clinic, Rochester, Minn. Meskipun tidak semua bagian otak bekerja di saat yang sama, para peneliti telah menemukan bahwa dalam waktu 24 jam, seluruh bagian otak akan bekerja.
“Bukti menunjukkan bahwa dalam sehari Anda menggunakan 100 persen kemampuan otak,” ucap Henley. Dalam tidur sekalipun, korteks frontal yang berfungsi untuk berpikir, menyadari dirinya, dan mengenali lingkungan tetap aktif.
Lalu, untuk tindakan sederhana seperti minum kopi di pagi hari, Anda harus berjalan menuju pembuat kopi, mengambilnya, menuangkan ke cangkir, dan menyisakan tempat untuk dituangi krim.
Selama proses tersebut berlangsung, lobus oksipital dan lobus parietal, motorik sensorik dan korteks sensorik motorik, ganglia basal, otak kecil, dan lobus frontal harus bekerja dan aktivitas neuron terjadi hampir di seluruh bagian otak dalam waktu beberapa detik.
Henley mengatakan, hal ini bukan berarti bahwa Anda tidak akan bisa melakukan kegiatan sehari-hari jika ada bagian otak yang terganggu atau rusak.
“Ada orang-orang yang telah melukai otak mereka atau otaknya diambil sebagian, tetapi masih bisa hidup seperti biasa. Hal ini karena otak memiliki cara untuk mengompensasi kekurangannya dan membuat bagian lain yang tersisa mengambil alih tugas tersebut,” ujarnya.
Sumber : http://sains.kompas.com/
Subscribe to:
Posts (Atom)













